Idaman karena banyak hal. Kedua tim memiliki pelatih hebat, juara di liga masing-masing, mencatat rekor meyakinkan pada babak penyisihan, serta diperkuat para pemain bintang.
Pelatih MU Sir Alex Ferguson dan Pelatih Barca Pep Guardiola memiliki ruang yang cukup lebar untuk memilih pemain terbaik dalam skuadnya. Kira-kira seperti ini:
Kiper: Edwin van der Sar (40)
Si jangkung dari Belanda ini tidak tergantikan di bawah mistar gawang MU. Dua kali merebut trofi Liga Champions bersama Ajax dan MU, Van der Sar ingin memberikan yang terbaik karena setelah ini pemain asal Belanda itu memutuskan pensiun setelah pertandingan final.
Belakang Kanan: Fabio (20)
Bila dia yang diturunkan, saudara kembarnya Rafael, akan duduk di bangku cadangan.
Pilihan lain, John O’Shea.
Kelebihan Fabio: mampu menyerang. Bila MU memilih opsi bertahan, dia mungkin akan digantikan oleh bek kanan dengan karakter bertahan.
Belakang Tengah: Rio Ferdinand (32)
Salah satu pemain bertahan terbaik di dunia.
Belakang Tengah: Nemanja Vidic (29)
Fisik tangguh dan tenang. Vidic menjaga daerah berbahaya yang kuat.
Belakang Kiri: Patrice Evra (30)
Kapten Timnas Perancis di ajang Piala Dunia. Sering naik membantu penyerangan.
Kanan Tengah: Antonio Valencia (25)
Tampil mengesankan, menggeser posisi Nani, setelah absen enam bulan karena patah engkel kaki.
Central Tengah: Michael Carrick (29)
Pengumpan yang hebat tapi kadang tidak stabil.
Central Tengah: Ryan Giggs (37)
Pengalaman, kematangan, kemampuan membaca permainan. Cerdik mengendus kelemahan lawan.
Kiri Tengah: Park Ji-Sung (30)
Berlari cepat seperti kuda. Tak kenal menyerah.
Depan: Wayne Rooney (25)
Duet yang berbahaya bersama Javier Hernandez.
Depan: Javier Hernandez (22)
Penyerang cepat. Ia sering mencetak bola dari umpan samping. Cerdik menempatkan diri pada posisi gawat di depan mulut gawang lawan.
Pemain cadangan: Tomasz Kuszczak, John O'Shea, Rafael, Chris Smalling, Jonny Evans, Darren Fletcher, Anderson, Paul Scholes, Nani, Dimitar Berbatov, Michael Owen
Barcelona
Kiper: Victor Valdes (29)
Tangguh tapi lemah di bola-bola atas.
Kanan Belakang: Daniel Alves (28)
Pemain Brasil ini menyerang dan bertahan sama baiknya. Ia partner Messi di depan, tapi juga "konconya" Puyol di barisan pertahanan.
Belakang Tengah: Gerard Pique (24)
Ke Barca dari MU, 2008. Pemain kunci Timnas Spanyol.
Belakang Tengah: Carlos Puyol (32)
Jantungnya Barcelona, tembok pertahanan yang kokoh.
Kiri Belakang: Eric Abidal (31)
Baru pulih dari operasi tumor liver. Opsi penggantinya adalah Maxwell.
Pemain Tengah Bertahan: Sergio Busquets (22)
Dia destroyer. Merusak alur dan irama permainan lawan.
Central Tengah: Xavi (31)
Masternya pengumpan. Kreator serangan yang tenang. Tanpa dia, Messi kesulitan.
Central Tengah: Andres Iniesta (27)
Dari badannya yang kecil, ia melahirkan bahaya besar. Cerdik, matang, dan tenang mengobrak-abrik pertahanan lawan.
Depan: Pedro (23)
Pedro telah mencetak 21 gol, empat di antaranya di Liga Champions.
Depan: Lionel Messi (23)
Messi membuat permainan berbeda. Sulit membayangkan Barca tanpa Messi.
Depan: David Villa (29)
Penyerang yang mampu bergerak memotong ke dalam dari arah kiri.
Pemain cadangan:
Ruben Mino, Maxwell, Adriano, Seydou Keita, Javier Mascherano, Ibrahim Afellay, Bojan Krkic. Rata-rata penilaiannya 7.
Manchester United
Liverpool mengalami perbaikan performa dan Manchester City telah mengakhiri penantian juara selama 35 tahun. Manajer Manchester United Alex Ferguson menilai, keduanya akan bersaing untuk trofi musim depan dan MU siap menghadapinya.
"Pada tahun 1980-an adalah masanya Liverpool. Sekarang ini adalah masa kami. Anda tak bisa membayangkan kami bisa membalikkan keadaan ketika saya mulai di sini. Pada poin itu saya hanya berusaha mendapatkan satu trofi. Sejak itu pintu terbuka bagi kami," ujar Ferguson.
"Kami meraih dua gelar tahun berikutnya dengan tim hebat dan satu gelar liga membuka pintu bagi kami karena kami memenangi gelar ganda pada tahun berikutnya dengan tim yang hebat. Sejak itu kami terus membawa keyakinan bahwa kami selalu merupakan kandidat juara."
"Selama 19 tahun ini kami selalu berusaha menjuarai liga. Hanya tiga kali kami keluar dua besar. Ini adalah prestasi luar biasa."
"Anda selalu mengharapkan mereka menjadi penantang kami. Anda juga mengharapkan Manchester City bersaing dengan kami," ujar Ferguson.
"Yang hebat soal kami adalah kami selalu menerima tantangan. Tak masalah dari mana itu berasal," katanya.
Sampai musim lalu reputasi tim tersukses Inggris dipegang MU dan Liverpool dengan masing-masing mengoleksi 18 gelar. Dengan menjuarai musim ini, MU menyandang reputasi itu sendirian.
Bagi Ferguson, gelar musim ini adalah trofi ke-12 sejak pertama kali menginjakkan kaki di Old Trafford tahun 1986.
Liverpool sendiri terakhir kali menjuarai Premier League pada musim 1989-1990. Saat itu mereka dilatih Kenny Dalglish.
Sejak Januari lalu Dalglish kembali melatih Liverpool. Ia mengangkat Liverpool dari peringkat ke-12 ke posisi kelima. Dengan ikatan kontrak tiga tahun dan anggaran transfer memadai, Dalglish bisa membawa Liverpool lebih baik lagi musim depan.
Untuk City, mereka baru melengkapi kegembiraan kota Manchester dengan menjuarai Piala FA, trofi pertama dalam 35 tahun terakhir. Sama seperti Dalglish, Manajer City Roberto Mancini juga tak akan membiarkan bursa transfer akhir musim ini berlalu begitu saja.
Dengan anggaran besar dan tiket Liga Champions, City bisa menarik bintang-bintang top yang bakal mengangkat daya saing mereka.



